Di usia 56 tahun, Abah Endang masih setia berdiri dari pukul setengah 7 pagi hingga 3 sore, menjajakan mainan di sekitar alun-alun Lembang.
Dulu Abah adalah kuli bangunan, kini ia mendorong gerobak kecil demi menghidupi istri, tiga anak yang masih tinggal bersamanya, satu menantu, dan satu cucu. Dari hasil jualan yang tak menentu, kadang hanya Rp20.000, kadang Rp150.000, bahkan pernah tak laku sama sekali, Abah harus mencukupi makan sekeluarga sekaligus membayar cicilan utang koperasi Rp2.500.000 yang harus diangsur setiap minggu.
Pernah satu waktu, keluarga Abah hanya makan nasi dan garam yang dibuat bubur. Pernah juga mereka berpuasa hingga tiga hari karena tak ada yang bisa dimasak. Anak bungsunya yang masih SMP tak bisa membeli seragam, bahkan tak bisa ikut kegiatan renang karena ketiadaan biaya.
Sementara itu, anak ketiganya menderita kanker pembuluh darah di kepala dengan benjolan besar yang butuh penanganan serius. Abah sendiri memiliki penyakit kulit dengan benjolan di sekujur tubuhnya, dan anak pertamanya juga mengidap penyakit paru-paru. Mereka dirujuk ke RSHS, namun tak paham prosedur pendaftaran dan terkendala ongkos meski memiliki BPJS.
Tak hanya sakit dan terlilit utang, Abah juga pernah diusir secara kasar saat berjualan, dihina karena kondisi fisiknya, tertabrak motor hingga kakinya membiru, bahkan gerobaknya hancur terserempet truk. Di tengah luka dan hinaan, Abah tetap berhati lembut. Ia pernah memberikan satu mainan mahal secara gratis pada seorang anak kecil yang dimarahi orang tuanya karena tak dibelikan mainan. “Kasihan,” katanya lirih.
Abah bahkan sempat putus asa hingga mencoba mengakhiri hidup dengan meminum pestisida. Beruntung nyawanya masih terselamatkan. Kini, yang Abah inginkan hanya satu: bisa terus berjualan dengan tambahan modal agar dagangannya lebih bervariasi, menjual makanan kering agar penghasilannya lebih stabil dan keluarganya tak lagi kelaparan.
Sahabat baik, hari ini kita bisa menjadi alasan Abah Endang tetap kuat.
Tak perlu menunggu mampu untuk berbagi. Cukup sisihkan sebagian rezeki terbaik kita hari ini.
Klik tombol donasi sekarang.
Mari kita bantu Abah Endang bangkit, agar tak ada lagi air mata di balik gerobak kecilnya.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.