Dengan Tubuh Ringkihnya! Abah Ade Tetap Berjualan Cincau Demi Keluarganya

Dengan Tubuh Ringkihnya! Abah Ade Tetap Berjualan Cincau Demi Keluarganya

Rp. 20.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
1 Donatur
34 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TUBUH KIAN RENTA!! Bantu Kakek Penjual Cincau Berjuang Untuk Keluarga

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 March 2026

Di usia 70 tahun, seharusnya Abah Ade bisa menikmati hari tua dengan beristirahat.

Tapi kenyataannya, setiap pagi Abah masih harus mengangkat bakul berat, lalu berjalan menyusuri kampung demi kampung sendirian.

 

 

Rambutnya udah memutih. Punggungnya bungkuk. Langkahnya tertatih. Sejak tahun 1980-an, Abah Ade mengandalkan cincau tradisional buatannya sendiri.

Semua dibuat dengan cara yang sangat sederhana tanpa alat modern, tanpa dapur layak.

Hanya tangan tua yang penuh kesabaran.

 

 

Dari proses sesederhana itu, lahirlah segelas cincau yang bukan sekadar minuman.

Cincau itu adalah harapan. Harapan untuk makan hari ini. Harapan untuk biaya sekolah tiga anaknya. Harapan agar besok masih bisa bertahan.

 

 

Dengan tubuh yang sudah renta, Abah berjalan hingga 10 kilometer setiap hari.

Terik matahari, hujan, dan rasa lelah tak pernah jadi alasan untuk berhenti. Karena di rumah, ada tiga anak yang masih sekolah, menunggu ayahnya pulang membawa rezeki sekecil apa pun itu.

 

 

Penghasilan Abah sangat gak menentu. Kadang hanya Rp20.000–Rp30.000 sehari. Jumlah yang bahkan nyaris tak cukup untuk makan, apalagi memikirkan masa depan.

Namun Abah tak pernah mengeluh. Saat cincaunya tak habis terjual, Abah justru membagikannya kepada anak-anak pengajian.

Bagi Abah, berbagi adalah bentuk syukur, meski dirinya sendiri serba kekurangan.

 

 

 

Di balik punggung yang bungkuk itu, tersimpan cinta yang besar. Di balik langkah yang berat, ada tanggung jawab yang tak pernah Abah lepaskan.

Abah Ade terus Berjualan walaupun lelah, Karena bagi Abah, berhenti berarti menyerah pada nasib. Dan Abah memilih bertahan, meski Cuma seadanya

 

 

Di usia senja, Abah masih harus memikul beban hidup sendirian.

Mari Ringankan Langkah Abah Ade, Agar Orang Sebaik Abah bisa merasakan hidup yang lebih layak.

Mari bantu Abah agar segelas cincau tak lagi menjadi satu-satunya harapan.

bantu Abah dengan cara :

 

1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”

 

2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu

 

3.Pilih metode pembayaran yang tersedia

 

Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Abah.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

04 March 2026 21:47
Rp. 20.000
Amin