GAK PUNYA RUMAH !! Bantu Bocah Yatim Piatu Penjual Opak Berjuang Demi Sekolah

GAK PUNYA RUMAH !! Bantu Bocah Yatim Piatu Penjual Opak Berjuang Demi Sekolah

Rp. 595.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
7 Donatur
26 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
TAK ADA TEMPAT PULANG!! Bantu Anak YATIM PIATU Penjual Opak Berjuang Demi Tak Putus Sekolah

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

05 January 2026

"Kalau ga jualan, nanti aku nggak bisa makan dan sekolah." Naira, 15 tahun

Kata-kata itu keluar dari bibir mungil seorang anak remaja, bukan orang dewasa yang terbiasa menanggung kerasnya hidup. Bayangkan, di usia 15 tahun, Naira sudah harus memilih antara makan atau tetap bisa bersekolah.

 

 

Di saat teman-teman sebayanya bisa pulang sekolah untuk berganti seragam, bercanda, atau mengerjakan PR, Naira justru harus menenteng plastik berisi opak (kecimpring) dan berjalan menyusuri jalanan ramai. Di tengah bising kendaraan, suara kecilnya terdengar lirih, “Opak…opak… opaknya pak bu…”

 

 

Sejak kecil, hidup Naira sudah dipenuhi kehilangan. Saat usianya baru 5 tahun, ibunya meninggal dunia. Luka itu belum pulih, empat tahun lalu ayah yang sangat ia cintai pun pergi untuk selamanya akibat kecelakaan kerja. Sejak hari itu, dunia Naira benar-benar runtuh.

 

 

Tak ada lagi tempat ia bisa pulang. Tak ada lagi pelukan yang menguatkan. Kini, ia hanya menumpang di sebuah ruangan kecil milik tetangga yang iba melihat keadaannya.

 

Naira bukanlah anak yang mudah menyerah. Siang hari ia tetap berangkat ke sekolah, meski sering harus berjalan kaki jauh karena tak punya ongkos. Sore hingga malam, ia berjualan opak. Dari hasil jualan itu, ia hanya membawa pulang sekitar Rp20.000 per hari. Uang itu dipakai untuk membeli beras, dan kalau masih ada sisa barulah ia gunakan untuk ongkos sekolah.

 

Namun sering kali dagangannya tak habis. Di saat itulah, Naira hanya bisa menahan lapar dengan perut kosong, duduk di pinggir jalan sambil menahan dinginnya angin malam.

“Aslinya mah capek, pulang sekolah langsung bikin opak terus jualan lagi. Tapi kalau gak jualan nanti aku ga bisa makan dan sekolah,” tuturnya lirih, dengan mata yang berusaha tegar meski sesungguhnya sangat rapuh.

 

 

Meski segala keterbatasan menjeratnya, Naira masih punya mimpi sederhana: ia ingin terus sekolah, supaya bisa meraih cita-citanya dan memperbaiki hidup. Namun mimpi itu bisa hilang kapan saja jika ia terpaksa berhenti sekolah karena tak mampu membayar biaya atau bahkan tidak mampu sekadar bertahan hidup.

 

Insan Baik, Naira tidak pantas menjalani semua ini sendirian. Ia hanyalah seorang anak yang ingin melanjutkan sekolah, namun beban hidup memaksanya menanggung lebih dari yang seharusnya.

 

 

Mari kita genggam tangannya. Mari kita bantu meringankan beban Naira. Setiap rupiah dari donasi yang kamu sisihkan akan menjadi nafas baru: untuk membeli makanan, biaya sekolah, dan kesempatan agar ia tetap bisa bermimpi seperti anak-anak lainnya.

 

Dengan uluran tangan kita, Naira tidak akan lagi sendirian. Mari bersama hadirkan senyum, harapan, dan masa depan yang lebih baik untuknya.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Febri Yoga Mustika bt Ibu Hj Triesmijati

08 January 2026
Rp. 100.000
Amin
Semoga Allah Ta'Aala selalu mengampuni saya, Orang Tua saya, Istri dan Semua Anak saya, mengabulkan do'a2 dan harapan saya, aamiin..