Hallo teman-teman!! Buku Buku Agama Dari Pak Asep, udah bisa di order via tokped lhooo!!!
Order Sekarang Yukk! Buku buku agama ialah buku untuk berbagai kalangan semua usia, buku buku tersebut ada berbagai macam-macam buku buku dan bacaan, seperti shalawat, tajwid, al qur'an do'a do'a ramadhan dll, dan juga ada untuk anak anak yang baru mulai belajar membaca huruf huruf hijaiyah. buku buku tersebut sangat berpengaruh untuk anak anak kecil yang memiliki semangat untuk belajar mengaji dan mengenal huruf huruf hijaiyah.
# Keunggulan Produk
- Sumber Ilmu Yang Terpercaya
- Meningkatkan Keimanan Dan Ketakwaan
- Bahasa Beragam Dan Mudah DIpahami
- Tahan Lama Dan Bisa Diulang
# Kegunaan
- Media Pembelajaran
- Pedoman Ibadah
- Pengembangan Akhlak Dan Moral
- Referensi Pribadi Dan Keluarga
Setiap orderan yang kamu pesan, menjadi harapan baru dan semangat baru bagi pak asep, kapan lagi kita beli buku sambil bantu abanya lhooo. " YUKK ORDERRR SEKARANG!!
DISCLAIMER:
Pesanan bersifat pre order dikarenakan keterbatasan SDM dan modal.
Setiap pagi pukul 07.00, Abah Asep mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalanan Cimahi. Di punggungnya, ia membawa Al Qur'an dagangannya. Hingga matahari mulai tenggelam sekitar pukul 18.00, Abah Asep terus berjalan dari satu tempat ke tempat lain, berharap ada yang membeli.
Abah Asep adalah seorang penjual Al-Qur'an keliling. Asli Garut, namun kini beliau hidup sendiri di daerah Ciputri, Cimahi. Istri tercintanya telah meninggal dunia 10 tahun lalu, meninggalkan Abah Asep untuk berjuang sendiri mengarungi sisa hidupnya.

Beliau memiliki empat orang anak. Tiga di antaranya sudah menikah, dan satu anaknya saat ini masih mondok di pesantren Al-Badru, Cimahi. Meski penghasilannya sangat kecil, Abah Asep tetap berusaha membekali anaknya demi pendidikan agama.
Selama hampir 10 tahun berjualan Al-Qur'an keliling, penghasilan Abah Asep hanya sekitar Rp25.000 Rp50.000 per hari, itupun belum tentu ada setiap harinya. Penghasilan yang tidak menentu, kotor, dan sering kali bahkan tidak cukup untuk makan. Pernah selama lima hari berturut-turut, tak satu pun Al-Qur'an terjual. Namun Abah Asep tidak mengeluh. 
Alhamdulillah, kalau soal makan, sering ada yang ngasih,ucapnya lirih.
Abah Asep tinggal ngekos berempat bersama temannya, dengan biaya Rp150.000 per bulan. Usia beliau seharusnya sudah beristirahat, tetapi kenyataan memaksa Abah Asep terus berjalan. Tidak ada hari libur baginya. Dalam sebulan, beliau hanya libur sekitar lima hari, itupun untuk pulang ke Garut, sekadar melepas rindu dengan anak dan cucunya.
Daerah jualannya pun tidak ringan. Selain Cimahi, Abah Asep kerap berjualan hingga Bandung Barat, Batujajar, bahkan sejauh Gunung Halu. Pernah suatu hari, beliau hampir menjadi korban hipnotis. Dua orang dengan modus membeli dagangan mencoba mengalihkan perhatiannya. Beruntung, Allah masih melindunginya. Mereka pergi terbirit-birit, dan Abah Asep tersadar bahwa dirinya hampir celaka.
Alhamdulillah, Allah masih jaga saya,ucapnya penuh syukur.

Di sela lelah dan sepinya pembeli, Abah Asep tidak pernah mengeluh. Saat istirahat, beliau memilih berdzikir dan bershalawat, menenangkan hati sambil menunggu rezeki datang. Keimanannya menjadi kekuatan utama untuk terus bertahan hidup.
Di sisa usianya, Abah Asep hanya memiliki harapan sederhana:
ingin berangkat ke Tanah Suci,
dan ingin pulang ke kampung halaman, menetap dengan tenang, membuka warung kecil serta beternak agar bisa hidup layak tanpa harus terus berjalan menyusuri jalanan.
Abah Asep bukan peminta-minta. Ia adalah pejuang kehidupan. Seorang ayah, seorang hamba Allah, yang bertahan hidup dengan kejujuran dan kesabaran.
Mari kita ringankan langkah Abah Asep.
Agar suatu hari nanti, beliau bisa beristirahat dengan tenang, pulang ke kampungnya, dan mewujudkan harapan di sisa umurnya.