“Saya jalan kaki dari Tasik ke Bandung demi anak-anak. Kasihan kalau mereka terus melihat saya disiksa ibunya.” ujar Pak Soni. Di tengah stigma bahwa pelaku KDRT dan perselingkuhan selalu laki-laki, kisahnya membuktikan bahwa kekerasan bisa dilakukan siapa saja, termasuk pasangan perempuan.
Pak Soni, ayah dua anak, memilih merantau demi memulai hidup baru setelah mengalami KDRT dan diselingkuhi istrinya sendiri. Kini, dengan modal seadanya, ia berjualan donat keliling bersama kedua buah hatinya. Keuntungan yang hanya Rp2 ribu sering membuat mereka kelaparan. Bahkan, karena tak sanggup bayar kontrakan, mereka pernah diusir.
Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang
dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan
lapor kepada kami disini.