Koran Tak Lagi Laku, Abah Maman Terus Berjuang Meski Sering Pulang Tanpa Uang

Koran Tak Lagi Laku, Abah Maman Terus Berjuang Meski Sering Pulang Tanpa Uang

Rp. 90.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
3 Donatur
31 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

08 June 2026

“Dulu kalau belum zaman HP laku, tapi sekarang karena orang banyak lihat berita di HP paling yang laku sedikit. Harga per korannya juga sekarang naik dari 3 ribu sampai 4 ribu, makanya sehari paling saya dapat 15 ribu. Itu pun kadang nombok, sebab koran yang tidak kejual tidak bisa dipulangkan. Jadi kadang saya tidak dapat apa-apa, bahkan malah harus ngutang ke yang punya koran…” ujar Abah Maman (68 tahun).


Setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore, Abah Maman berjualan koran di tengah era digital. Tidak heran koran yang ia jual jarang habis. Kalau pun laku, paling hanya 3–4 koran saja, itu pun dibeli mungkin sama orang yang merasa kasihan melihat kondisi Abah Maman yang berjalan pelan di bawah terik matahari karena penglihatannya sudah tidak jelas.

Sementara itu, istrinya Mak Karni (56 tahun) bekerja sebagai pengupas bawang merah dengan upah hanya Rp3.000 per kilo. Pekerjaan ini pun tidak setiap hari ada, hanya jika ada bawang yang harus dikupas. Padahal setiap bulan mereka harus membayar kontrakan Rp800.000, listrik sekitar Rp100.000, belum termasuk kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.


Kini mereka tinggal di kontrakan kecil yang sangat sederhana. Kondisi kesehatan Abah Maman juga sudah menurun akibat faktor usia. Karena itu, ia harus berjalan sangat hati-hati saat berjualan koran.

“Sudah lama belum diperiksakan lagi matanya sampai sekarang. Tapi bagaimana, tidak ada biaya. Kemarin BPJS-nya mati, lalu dihidupkan lagi, tapi sampai bulan sekarang belum bayar…” ungkap istrinya.


Abah Maman dan istrinya berharap bisa memiliki modal usaha kecil untuk membuka warung jajanan di depan kontrakan. Dengan begitu, Abah Maman tidak perlu lagi memaksakan diri berjualan koran dengan kondisi mata yang sudah semakin lemah.

Sahabat kebaikan, di usia senja Abah Maman masih harus berjalan berjam-jam di bawah terik matahari demi bertahan hidup padahal penglihatan Matanya sudah jauh menurun.

Mari bantu wujudkan harapan mereka membuka warung kecil agar bisa hidup lebih layak tanpa harus mempertaruhkan kesehatan. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar bagi Abah Maman dan keluarganya untuk hidup lebih tenang di masa tua.


  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
  3. Pilih metode pembayaran yang tersedia


Dsiclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk Modal Usaha Abah Maman, Pemenuhan Kebutuhan bulanan, Pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarganya, Pemenuhan Penunjang Kesehatan dan jika terdapat kelebihan Dana akan digunakan untuk Pemenuhan kebutuhan Penerima Manfaat lain nya beserta Program-program kebaikan dibawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Hamba Allah

11 June 2026
Rp. 20.000
Amin
Yaa Rabb,bantu hamba selesai kan semua ini. Dan tukar semua yg hilang dg yg lebih baik & barakah 🤲
JADI#temanbaik

Berjalan Berjam-Jam di Bawah Matahari, Abah Maman Tetap Berjuang Meski Penglihatannya Memudar

Global Sedekah Movement
Telah mengajak 0 orang berdonasi
Rp. 0