Di sebuah kontrakan kecil berukuran satu petak, Abah Darman menjalani hari-harinya. Usianya sudah 63 tahun, tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Bekas operasi di bagian perut masih sering terasa nyeri, membuat Abah sulit berjalan jauh. Setiap langkah terasa berat, namun Abah tetap berusaha bertahan.
Di kontrakan sederhana itu, Abah tinggal bersama istri tercinta dan seorang anak yang masih duduk di bangku SD. Sang istri sejak kecil tidak bisa menggerakkan tangan kiri dan kaki kirinya. Dengan keterbatasan itu, ia hanya bisa membantu sebisanya di dalam rumah, menemani Abah dan anak mereka dengan doa dan kesabaran.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Abah Darman berjualan tisu di pinggir jalan. Dengan kondisi tubuh yang lemah, ia tetap memaksakan diri keluar rumah,abah sudah tidak kuat berjulan keliling ia berjualan dari rumah menggunakan angkot dan sampai kota dan berjualan sambil duduk.
Dari pagi hingga sore, Abah berharap ada orang yang membeli dagangannya. Dalam sehari, penghasilan Abah hanya sekitar 20 ribu hingga 30 ribu rupiah. Jumlah yang sering kali tidak cukup untuk makan, apalagi untuk biaya sekolah anaknya.
Anak mereka yang masih kecil kerap menjadi penyemangat Abah. Demi masa depan sang anak, Abah tak pernah mengeluh. Meski tubuhnya sakit, hatinya tetap kuat. Abah hanya ingin satu hal sederhana: bisa terus melihat anaknya sekolah dan tumbuh menjadi orang yang lebih baik dari dirinya.
Di dalam hatinya, Abah Darman menyimpan sebuah harapan kecil. Abah bermimpi memiliki warung-warungan kecil di depan kontrakan. Warung sederhana itu diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan tanpa harus berjalan jauh dan menahan rasa sakit. Cukup duduk di depan rumah, melayani pembeli, dan tetap bisa menjaga keluarga tercinta.
Bagi sebagian orang, warung kecil mungkin hal sepele. Namun bagi Abah Darman, itu adalah harapan untuk bertahan hidup, harapan untuk masa depan anaknya, dan harapan agar keluarganya bisa menjalani hari dengan sedikit lebih layak.
Semoga suatu hari, mimpi kecil Abah Darman bisa terwujud. Karena di balik tubuh yang lemah, ada hati seorang ayah yang sangat kuat.
Semoga lewat campaign ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan kecil yang sangat berarti bagi Abah. Bantu Abah Dengan Cara :