Pada usianya yang sudah rapuh, 78 tahun, Abah Amir masih harus berjuang sendirian untuk sekadar bertahan hidup. Setiap hari, beliau berjualan makanan ringan di lapangan Saparua. Semua dilakukan sendiri: berbelanja untuk modal, memasak, lalu berdagang. Namun dari seluruh perjuangan itu, penghasilan bersih Abah hanya sekitar Rp50.000, bahkan tak jarang pulang tanpa membawa sepeser pun.
Abah mnemiliki penyakit tulang yang datang tanpa sebab. Abah tak lagi bisa berjalan atau berdiri leluasa. Setiap berangkat dan pulang bekerja, ia harus diangkat oleh orang lain, karena tubuhnya sudah tak kuat menopang beban dirinya sendiri. Dan abah pun menyewa becak yang menjadikan penghasilannya pun harus dibagi untuk membayar sewa becak dan kontrakan.
Di usianya yang semestinya beristirahat, Abah justru berjuang agar tidak kelaparan dan tidak kehilangan tempat tinggal. Ia hanya ingin mendapatkan biaya pengobatan, kebutuhan dasar seperti sembako dan kontrakan, serta sedikit modal agar tetap bisa berdagang demi bertahan.
Hari ini, Abah Amir masih menunggu uluran tangan dari orang-orang yang peduli. Bantuanmu sekecil apa pun bisa menjadi harapan besar bagi hidupnya. Yuk bantu abah!!
Ikut berdonasi melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;
4.Dapatkan laporan melalui email.