Di usia 97 tahun, Abah Ahmad masih harus berjualan gulali keliling seorang diri. Setelah istrinya meninggal dan ketiga anaknya memiliki keluarga masing-masing, Abah memilih tetap bekerja karena tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Dari berjualan gulali, Abah hanya mendapat sekitar Rp50.000–Rp100.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan makan, obat, dan kontrakan.

Di tengah usianya yang sudah lanjut, kondisi kesehatan Abah juga mulai terbatas. Matanya sering berair saat terkena angin dan cuaca dingin, ditambah adanya benjolan di leher kanan pascaoperasi. Abah juga pernah terjatuh dari sepeda saat berjualan hingga mengalami nyeri pinggang. Karena keterbatasan biaya, rasa sakit tersebut hanya Abah atasi dengan obat yang dibeli di warung.

Kini, kondisi Abah semakin sulit karena kontrakannya telah menunggak selama 2 bulan dan sudah mendapat teguran. Abah juga membutuhkan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Meski pernah ditipu pembeli hingga kehilangan penghasilan satu hari, Abah tetap kembali berjualan keesokan harinya. Abah hanya ingin terus berusaha dan tetap mandiri di masa tuanya.

#SobatAksi Mari bantu Abah Ahmad agar bisa melunasi tunggakan kontrakan, mendapatkan pengobatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan tetap melanjutkan usaha gulalinya. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi alasan Abah untuk tetap memiliki tempat tinggal yang aman dan menjalani hari-harinya dengan lebih layak. Yuk, bantu Abah Ahmad sekarang.
