Di usia 14 tahun, saat sebagian besar anak seusianya sibuk bermain dan menikmati masa remaja, Rizki justru harus berjuang menembus kerasnya kehidupan. Sepulang sekolah, ia tak langsung pulang untuk beristirahat. Dengan satu kaki yang terbatas, ia berjalan tertatih dari kampung ke kampung, menjajakan minuman demi membantu ibunya yang tengah sakit.
Rizki adalah anak difabel sejak lahir. Kondisi fisiknya memang tak sekuat anak lain, namun semangatnya jauh lebih besar. Di tengah keterbatasan, ia memilih untuk tetap berdiri, berusaha, dan mengambil peran sebagai penopang keluarga. Ibunya yang menderita sakit lambung sering kali harus beristirahat, membuat Rizki sadar bahwa ia tak punya pilihan selain berjuang.
Setiap langkah yang ia ambil bukanlah hal yang mudah. Tubuhnya cepat lelah, namun ia tetap berjalan, berharap dagangannya laku. Sayangnya, kenyataan tak selalu berpihak. Ada hari-hari di mana Rizki harus pulang dengan tangan kosong, membawa lelah tanpa hasil. Padahal dari jualan itulah ia menggantungkan harapan—untuk makan, dan untuk membeli obat bagi ibunya.
Di usia yang begitu muda, Rizki memikul beban yang begitu besar. Ia berjuang bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang yang ia sayangi. Namun, sekuat apa pun ia bertahan, Rizki tetaplah anak yang membutuhkan uluran tangan.
Kini, Rizki tidak bisa berjalan sendiri menghadapi semua ini. Ia butuh kita. Bantuan kecil yang kita berikan bisa menjadi harapan besar bagi Rizki dan ibunya untuk bertahan dan melanjutkan hidup.
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran