“Waktu itu saya sedang sholat dhuha… lalu tiba-tiba saya dengar teriakan tetangga, dan saat saya keluar, rumah keponakan saya sudah jadi lautan api.” ujar Bu Euis.

Kebakaran itu mengubah hidup Bu Euis dalam hitungan menit. Rumah kecil yang selama ini menjadi tempat tinggal keponakannya habis dilalap api buku sekolah, pakaian, hingga kenangan yang mereka simpan sejak kecil lenyap tanpa sisa. Sejak kejadian itu, keponakan-keponakannya tidak lagi punya tempat untuk pulang dan terpaksa tinggal berhimpitan di rumah Bu Euis yang kondisinya juga terbatas.

Padahal, Bu Euis sendiri hidup dalam keterbatasan. Ia hanyalah guru honorer dengan gaji Rp600.000 per bulan, sementara suaminya sudah empat tahun sakit paru-paru dan tak bisa bekerja. Dua anak serta dua keponakan sepenuhnya bergantung padanya, total lima orang hidup dengan penghasilan yang nyaris tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski berat, Bu Euis tetap berusaha bertahan. Dalam hatinya, ia hanya berharap bisa membangun kembali rumah sederhana untuk keponakannya agar mereka punya tempat tinggal yang layak dan harapan untuk masa depan.
Dukunganmu bisa menjadi penyelamat di masa sulitnya.
Yuk ikut berdonasi melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasi;
3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;
4.Dapatkan laporan melalui email.