Mereka kedinginan, kelaparan dan mati menderita pelan-pelan. Mereka mungkin tidak bisa meminta tolong dengan kata-kata, tapi tatapan mata mereka penuh harapan.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra, membawa duka bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk kecil yang tak berdaya.

Banyak anabul yang terjebak di atap rumah, di antara puing, atau bahkan hanyut. Mereka yang selamat dari banjir diantaranya kucing liar ataupun yang saat ini terpisah dari majikannya. Saat ini mereka sendirian menahan sakit, lapar dan ketakutan.


Mereka yang di tolong warga ataupun relawan, dengan kondisi menggigil, beberapa dengan luka di kaki, leher, dan mata akibat terseret arus dan tertusuk benda tajam.

Dan masih banyak pula anabul-anabul yang saat ini terlantar dijalanan dengan kondisi terluka dan kelaparan. Warga yang terdampak bencana saat inipun masih kesulitan makanan, tidak ada makanan sisa atau pemberian dari warga untuk anabul.
Terlalu lemah rasanya tidak ada yang lebih menyayat daripada melihat makhluk Tuhan menderita tanpa bisa meminta tolong.
Sahabat Anabul, mari bersama menjaga mereka, anabul korban bencana agar tetap hidup dan pulih.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan anabul yang terdampak bencana Sumatra. Selain itu akan di gunakan untuk implementasi program anabul lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.
