SESAK NAPAS DAN NYERI PROSTAT SAAT NARIK OJOL, perjuangan pilu Pak Ubadi (60).

SESAK NAPAS DAN NYERI PROSTAT SAAT NARIK OJOL, perjuangan pilu Pak Ubadi (60).

Rp. 0
terkumpul dari Rp. 30.000.000
0 Donatur
17 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Di Balik Jaket Ojol! Lansia Ini Berjuang Melawan Sakit

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

03 April 2026

Di usia 60 tahun, saat banyak orang seusianya mulai beristirahat, Pak Ubadi masih setia menggenggam setang motornya. Setiap pagi ia mengenakan jaket ojek online, menembus panas dan hujan, demi satu tujuan sederhana: memastikan dapur tetap mengepul.

Padahal tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Ia mengidap penyakit prostat yang membuatnya sering buang air kecil dan menahan nyeri. Belum lagi sesak napas yang kerap datang tiba-tiba, terutama saat lelah dan pikiran menumpuk. Di tengah jalan, ketika sedang mengantar penumpang atau pesanan, dadanya bisa terasa begitu berat. Napasnya tersengal. Tak jarang ia terpaksa membatalkan order dan pulang lebih awal karena tak sanggup melanjutkan perjalanan.

Di rumah sederhana mereka, Bu Heni (58 tahun) setia menunggu. Dulu beliau bekerja di kantor kosmetik, namun harus berhenti karena mengidap irritable bowel syndrome (IBS) yang membuatnya sering mengalami nyeri perut hebat, kram, kembung, sembelit hingga diare. Kini kondisinya memang lebih baik, tetapi tetap harus rutin kontrol dan minum obat setiap bulan. Begitu pula Pak Ubaid yang harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan prostat secara berkala.

Dengan tangan yang setiap hari mengaduk dan mengemas cemilan makaroni untuk dijual, Bu Heni juga yang memasangkan tabung oksigen saat sesak suaminya kambuh. Obat dari dokter tak pernah terlewat, meski sering kali mereka harus berpikir keras bagaimana cara membelinya.

Penghasilan sebagai ojol tak menentu. Jualan makaroni hanya cukup untuk kebutuhan harian seadanya. Sementara biaya berobat, obat rutin, dan kebutuhan hidup terus berjalan tanpa bisa ditunda. Anak mereka telah berkeluarga dan hidup pas-pasan, sehingga tak selalu mampu membantu. Namun Pak Ubadi tak pernah mengeluh. Baginya, selama tangan ini masih bisa menarik gas motor, ia akan tetap berjuang. Meski napasnya terasa sempit, tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga tak pernah ia persempit.

 

Sahabat Kebaikan, hari ini kita bisa menjadi napas tambahan untuk Pak Ubadi

Mari ringankan bebannya, agar di sisa usianya ia bisa bernapas lebih lega, tanpa harus terus memaksa diri melawan sakit demi sesuap nasi.Yuk, bantu Pak Ubadi sekarang.

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga Pak Ubadi. Selain itu akan digunakan untuk para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari

Klik Donasi Sekarang

Masukan Nominal Donasi

Pilih Metode Pembayaran

Dapatkan Laporan Via Email

 

Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.