Setiap pagi pukul 7, Mbah Rustini yang sudah berusia 65 tahun mendorong gerobaknya menyusuri jalan dan gang kota untuk mencari barang bekas.

Tubuhnya sudah bungkuk. Napasnya sering sesak. Pandangannya berkunang-kunang. Ia bahkan kerap hampir pingsan di pinggir jalan.
Namun ia tetap berjalan.

Bukan karena kuat.
Tapi karena tidak ada pilihan.
Sejak suaminya meninggal, hanya pekerjaan ini yang bisa ia lakukan untuk membantu keluarga. Penghasilannya tidak menentu. Tidak ada tabungan. Tidak ada jaminan hidup.

Jika tubuhnya benar-benar tak sanggup lagi bekerja, keluarga kecil ini kehilangan satu-satunya penopang harapan.
Hari ini, kita bisa jadi alasan Mbah Rustini berhenti memaksakan tubuh rentanya.

Ulurkan sedekah terbaikmu sekarang.
Ringankan bebannya.
Buat beliau tahu… bahwa ia tidak sendirian.