HIDUP JAUH DARI KATA LAYAK!! Bantu Nenek Pencari Barang Bekas Bertahan hidup

HIDUP JAUH DARI KATA LAYAK!! Bantu Nenek Pencari Barang Bekas Bertahan hidup

Rp. 70.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
3 Donatur
23 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Lentera Pijar Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

02 January 2026

Di sudut sebuah kota yang ramai, ada seorang nenek berusia 89 tahun bernama Mak Endah. Tubuhnya kecil, langkahnya perlahan, dan punggungnya sudah membungkuk. Namun semangat di matanya tidak pernah padam.

 

 

Setiap pagi, ketika sebagian orang masih terlelap dalam hangat selimut, Mak Endah sudah berjalan menyusuri gang-gang sempit dengan karung lusuh di pundaknya menjadi pemulung adalah satu-satunya cara beliau bertahan hidup.

 

Keseharian Mak Endah diisi oleh perjalanan panjang mencari botol plastik bekas. Penghasilannya tak menentu, kadang hanya 10 ribu hingga 15 ribu rupiah per hari. Sering kali, beliau bahkan tak mendapatkan sepeser pun. Namun Mak Endah tidak pernah mengeluh soal rezeki yang ia keluhkan justru hanya satu: rasa sakit di kaki dan punggungnya yang kini semakin sering menyiksa.

 

 

Dulu, Mak Endah pernah memiliki sebuah tempat tinggal sederhana. Namun suatu malam, orang jahat membakar tempat itu tanpa belas kasihan. Sejak saat itu, beliau tak lagi punya rumah untuk kembali. Kini, satu-satunya tempat berlindung adalah gubuk kecil di pinggir jalan, ia tinggali bersama adik dan keponakannya yang juga sudah lanjut usia. Mereka hidup saling menopang dalam kondisi yang sama-sama menghawatirkan.

 

 

Namun di balik kepahitan hidup itu, Allah menghadirkan cahaya kebaikan. Dalam langkah-langkah lelahnya mengumpulkan botol plastik, Mak Endah sering bertemu orang-orang berhati mulia. Ada yang memberinya sebungkus nasi, ada yang menyelipkan uang kecil di tangannya, dan ada yang sekadar memberikan senyuman yang menenangkan hati. Meski tidak selalu mendapatkan rezeki, Mak Endah tetap melanjutkan perjuangannya setiap hari. Nihil bukan berarti menyerah, begitu prinsipnya.

 

 

Di dalam hatinya, Mak Endah menyimpan sebuah harapan kecil: ia ingin membuka warung sembako sederhana. Bukan untuk mengejar kekayaan—hanya agar ia bisa tetap mencari nafkah sambil sesekali duduk beristirahat. Baginya, memiliki usaha kecil yang halal dan penuh keberkahan sudah cukup membuatnya bahagia. Impian itu sederhana, tetapi mencerminkan betapa mulianya hati seorang Mak Endah.

 

Di usia yang seharusnya menjadi masa beristirahat, Mak Endah justru terus berjuang tanpa mengeluh. Semangatnya menyala, seolah menolak dipadamkan oleh usia maupun cobaan hidup. Dalam tatapan tuanya tersimpan harapan harapan bahwa esok hari akan selalu ada pintu rezeki yang terbuka.

 

Mak Endah adalah bukti bahwa hati yang kuat dapat mengalahkan segala keterbatasan.

  1. Klik “Donasi Sekarang";
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

ayahbunda

04 January 2026
Rp. 30.000
Amin
JADI#temanbaik