Kakek Camin sudah berusia 90 tahun. Di usia yang seharusnya beristirahat, beliau masih setia berjualan taoge untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sejak zaman Presiden Soekarno, kakek mengandalkan dagangan sederhana ini. Dengan harga yang sangat terjangkau, kakek berharap taogenya bisa laku agar dapur tetap mengepul.
Namun kondisi tidak selalu berpihak. Sejak pandemi, dagangan kakek sering tidak habis terjual. Beberapa kali kakek bahkan tertipu pembeli. Gerobaknya sudah tua dan lapuk, alat jualannya masih sangat tradisional—memasak dengan tungku dan membungkus taoge dengan daun. Meski sering dicibir karena jualannya dianggap “jadul”, kakek tidak pernah berhenti berusaha. Dengan senyum lelahnya, kakek selalu berkata, “Rezeki sudah ada yang ngatur, yang penting tetap semangat dan usaha.”
Di balik keterbatasannya, hati kakek tetap besar. Hidup di gubuk sederhana tak menghalanginya untuk berbagi. Jika ada rezeki lebih, kakek ingin berbagi dengan anak-anak yatim dan menambah sedikit modal dagangannya. Kini, di usia yang sangat renta, Kakek Camin membutuhkan uluran tangan agar tetap bisa bertahan dan melanjutkan usahanya dengan lebih layak.
Orang Baik, mari bantu meringankan beban Kakek Camin. Dukungan Anda akan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memperbaiki sarana berjualan, dan menambah modal dagangannya.
Satu kebaikan Anda hari ini berarti harapan besar bagi Kakek Camin untuk terus bertahan dan tidak kelaparan.
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Dapatkan Laporan Via Email
