Demi Upah 6 RIBU!! Anak Ini Berjuang Jualan Dodol Dengan Kondisi TUNA NETRA

Demi Upah 6 RIBU!! Anak Ini Berjuang Jualan Dodol Dengan Kondisi TUNA NETRA

Rp. 9.365.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
176 Donatur
12 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

19 November 2025

setiap subuh, Intan berdiri sendiri di pinggir jalan, meraba langkah demi langkah sambil membawa beberapa bungkus dodol.

Di usia remajanya, seharusnya ia belajar, dan mengejar mimpi tapi hidup memaksanya untuk berjuang.

 

Sejak kehilangan kedua orang tuanya, Intan, seorang tuna netra, mencoba hidup mandiri dengan cara yang ia bisa: menjual dodol dari pasar ke pasar.

 

Bukan satu… tapi tujuh pasar yang ia datangi bergantian, meski kadang hanya laku tiga bungkus dalam satu hari.

 

Dari harga jual 5.000 rupiah, Intan hanya membawa pulang 2.000 rupiah. Sering kali, uang yang ia dapat habis untuk ongkos ojek… dan ia pulang dengan kantong kosong, perut kosong, tapi tetap tersenyum kecil seolah semuanya baik-baik saja.

Pernah, karena tak ada uang untuk makan, Intan hanya memakan dodol dagangannya sendiri.

Bukan karena suka, tapi karena itu satu-satunya yang ia punya.

 

Di pasar yang padat, Intan memilih diam di pintu masuk karena takut tersenggol. karena waktu ia mencoba berjalan nyusurin pasar Ia sering menabrak tembok, meja, dan membuat orang menatap iba.

Dulu orang bahkan tidak tahu apa yang dijual Intan… sampai akhirnya ia membeli toa kecil agar suaranya terdengar.

 

Tapi hujan adalah hari paling menyakitkan bagi Intan.

Karena saat langit mendung, ia harus berhenti berjualan.

Artinya nol pemasukan. Dan malam itu ia hanya makan dari stok seadanya atau tidak makan sama sekali.

 

Kontrakan Intan yang hanya 3x3 meter pun pernah menunggak dua bulan. Biayanya 700 ribu, angka yang terasa mustahil bagi penghasilan seorang remaja tuna netra yang kadang hanya membawa pulang 6 ribu rupiah sehari.

Meski kakak-kakaknya pernah membantu, itu tidak cukup.

Dan Intan tidak ingin bergantung pada siapa pun karena ia ingin menjadi perempuan mandiri, seperti pesan orang tuanya.

 

Di kos sekarang, lingkungan lebih ramah. Ada tetangga yang menyapa, ada yang membantu ketika Intan tersandung. Karena itu, ia begitu takut bila harus pergi dari tempat itu. “Di sini aku merasa aman… merasa jadi manusia,” ujarnya pelan.

 

Sebelumnya, Intan pernah kuliah. Ia punya mimpi besar.

Tapi penyakit paru, kaki bengkak, dan biaya yang tak terjangkau membuatnya berhenti. Ada hari di mana kakinya begitu sakit hingga ia tidak bisa berjalan. Tiga hari ia berhenti berjualan, tiga hari tanpa pemasukan, tiga hari hanya makan seadanya.

 

Meski begitu, Intan tetap punya hati yang luar biasa.

Ia ingin suatu hari membuka toko kecil agar tidak perlu lagi berjalan berbahaya di tengah keramaian. Dan satu mimpi yang paling membuat matanya berkaca-kaca mengajar anak-anak tuna netra lain cara menggunakan laptop dan alat digital, agar mereka bisa bekerja dan mandiri seperti temannya yang kini bekerja di bank.

Di balik semua luka dan sepinya, Intan masih punya keinginan untuk membantu orang lain. Ia hanya butuh sedikit uluran tangan. Sedikit harapan agar bisa bertahan dan meraih mimpinya. Mari kita bantu Intan agar ia bisa hidup lebih layak lagi. Mari bantu dengan cara:

 

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

15 December 2025
Pencairan Dana Rp 3.346.773

Ke Rekening Bank Mandiri *****5392 a/n AYO BERDAMPAK BERDAYA

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Rencana penggunaan dana akan disalurkan dalam bentuk Santunan Tunai, Kebutuhan Pokok, dan Bantuan Modal Usaha

Doa & Donasi Teman Peduli

Nurvie Lestari

28 December 2025
Rp. 20.000
Amin
JADI#temanbaik

UPAH HANYA 6000! Bocah Tunanetra Berjuang Jual Dodol Demi Sambung Hidup!

Ayo Kita Peduli
Telah mengajak 121 orang berdonasi
Rp. 4.986.088

Kondisi TUNA NETRA! Anak Penjual Dodol Berjuang Demi Upah 6 RIBU

Ayo Kita Peduli
Telah mengajak 65 orang berdonasi
Rp. 6.355.001