DITINGGAL IBU MENIKAH LAGI DAN AYAH MENINGGAL!! Bantu Bocah SD Pejual es Agar Tak Putus Sekolah

DITINGGAL IBU MENIKAH LAGI DAN AYAH MENINGGAL!! Bantu Bocah SD Pejual es Agar Tak Putus Sekolah

Rp. 270.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
5 Donatur
23 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Bantu Bocah Yatim Penjual Es Mambo Bisa Sekolah dan Bertahan Hidup!

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

26 February 2026

Tanpa Pelukan Ibu, dan sejuta rindu untuk sang ayah, Farel (Yatim) Berjualan Demi Mimpi Sekolahnya

 

 

Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Farel sudah belajar tentang kehilangan lebih cepat dari anak-anak seusianya. Sejak kecil ia telah menjadi yatim. Sosok ayah yang seharusnya menggenggam tangannya lebih dulu dipanggil Tuhan. Tak lama kemudian, ibunya menikah lagi. Awalnya Farel ikut bersama sang ibu, berharap tetap bisa merasakan hangatnya pelukan yang sama. Namun takdir kembali mengajarinya arti ditinggalkan.

 

 

Suatu hari, Farel diantar dan dikembalikan ke keluarga almarhum ayahnya. Sejak saat itu, ia tinggal dan diasuh oleh bibinya. Hingga kini, di usia 10 tahun, ibunya belum pernah lagi datang menengok. Tidak ada kabar. Tidak ada pelukan. Tidak ada ucapan rindu. Di balik senyumnya yang polos, ada ruang kosong yang tak pernah benar-benar terisi.

 

 

Setiap hari, sepulang sekolah dan saat jam istirahat, Farel bukan hanya seorang murid. Ia berubah menjadi penjual kecil dengan termos berisi es mambo. Ia berjalan berkeliling, menawarkan dagangannya kepada teman-temannya. “Seribu, ya…” ucapnya pelan.

 

 

Harga satu es mambo hanya Rp1.000. Tak banyak memang hasilnya. Tapi dari seribu rupiah itulah Farel belajar arti tanggung jawab. Ia ingin membantu bibinya yang sudah merawat dan menyayanginya. Ia tak ingin menjadi beban. Namun menjadi anak kecil yang berjualan tentu tak selalu mudah. Ada hari-hari ketika esnya tak habis. Ada hari ketika ia harus menahan keinginan membeli sesuatu untuk dirinya sendiri. Bahkan untuk membeli sepatu sekolah yang mulai sempit dan usang pun, Farel sering kali hanya bisa berharap. Alat tulis yang hilang atau habis kadang membuatnya bingung harus bagaimana.

 

 

Di saat anak lain meminta mainan, Farel hanya ingin tetap bisa sekolah dengan layak. Ia tak pernah banyak mengeluh. Tak pernah menyalahkan keadaan. Tapi jauh di dalam hatinya, mungkin ada satu doa yang selalu sama: ingin dipeluk ibunya sekali saja. Farel mengajarkan kita bahwa ketabahan tak mengenal usia. Bahwa seorang anak kecil pun bisa memiliki hati yang begitu kuat. Di setiap es mambo yang ia jual, ada perjuangan. Di setiap langkah kecilnya berkeliling sekolah, ada harapan agar esok hari bisa sedikit lebih ringan.

 

 

Semoga langkah kecil Farel hari ini menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dan semoga rindu yang ia simpan, suatu hari nanti terjawab dengan kebahagiaan yang lebih besar dari luka yang pernah ia rasakan. 

 

Teman baik, mari kita jadi bagian dari harapan Farel. Bantuan kita, sekecil apa pun, bisa membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya mulai dari sepatu sekolah, alat tulis, hingga biaya penunjang belajar. Jangan biarkan langkah kecilnya terhenti karena keterbatasan. Mari bersama ringankan perjuangannya dan bantu Farel tetap melangkah menuju cita-citanya.

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

01 March 2026 21:13
Rp. 20.000
Amin