Dek Reza berusia 13 tahun. Di usia ketika seharusnya ia duduk di bangku SMP kelas 2, Reza justru harus berjuang melawan tumor kelenjar getah bening yang tumbuh di lehernya. Sudah hampir tiga tahun ia menjalani pengobatan, sejak divonis sakit saat kenaikan kelas 6 SD.
Meski harus rutin menjalani kemoterapi dan kini masih dalam proses radiasi, Reza tetap berusaha kuat. Rasa sakit yang dulu sering ia keluhkan perlahan berkurang, seiring perkembangan kondisinya yang cukup cepat. Bahkan, semangat Reza kerap membuat dokter dan perawat terharu, serta memberi motivasi bagi pasien lain.
Di balik ketegaran Reza, ada sosok ayahnya, Pak Ujang, yang berjuang seorang diri. Seorang buruh serabutan yang kini hanya bisa mengandalkan ojek panggilan demi merawat Reza. Penghasilannya tidak menentu dan sering kali hanya cukup untuk makan seadanya. Sisa tabungan dan bantuan orang baik menjadi penopang utama biaya perawatan Reza hingga hari ini.
Ibu Reza sudah lama meninggalkan keluarga. Meski belum resmi bercerai, kehadirannya sangat jarang. Kasih sayang seorang ibu yang seharusnya menemani Reza di masa sulit ini, harus ia lewati tanpa sepenuhnya mendapatkannya. Pak Ujang lah yang setia menemani, menjaga, dan menguatkan Reza setiap hari.
Perjalanan mereka juga tidak luput dari cobaan. Reza dan keluarganya pernah mengalami pemerasan berkedok bantuan dan ambulans, yang justru menambah beban mental dan ekonomi. Meski trauma, Pak Ujang tetap berusaha tegar dan membuka diri terhadap bantuan yang benar-benar tulus.
Kabar baiknya, luka Reza kini mulai mengering dan mengecil. Namun perjuangannya belum selesai. Setelah radiasi, Reza masih harus menjalani kemoterapi selama beberapa bulan ke depan. Kebutuhan gizi seperti buah, sayur, susu, obat-obatan, serta biaya hidup keluarga yang tinggal bersama nenek dan kakak Reza masih menjadi tantangan besar.
Di tengah semua keterbatasan, Reza masih menyimpan mimpi sederhana: ingin sembuh, kembali bersekolah, dan suatu hari menjadi pemain sepak bola. Dengan mata berkaca-kaca, Reza pernah berkata pada ayahnya, “Bapak sing sehat, panjang umur. Nuhun atos ngarawat Reza.”
Perjalanan Reza masih panjang.
Mari kita bantu Reza dan Pak Ujang agar mereka tidak berjuang sendirian.
Dukungan kita hari ini adalah harapan bagi kesembuhan dan masa depan Reza.
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin
