Yati adalah gadis kecil berusia 10 tahun asal Gorontalo yang harus kehilangan satu kakinya akibat tumor ganas. Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan permainan, Yati justru belajar tentang rasa sakit dan perjuangan hidup sejak dini.
Berkat kaki palsu dari bantuan orang-orang baik, Yati kini sudah bisa berjalan kembali. Namun, perjuangannya belum benar-benar selesai. Ia masih harus menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan, terutama di rumah tempat ia tinggal bersama keluarganya.
Ayah Yati, Kana Sumaila, adalah seorang petani yang terpaksa berhenti bekerja demi mendampingi proses pengobatan sang putri. Sementara itu, sang ibu yang merupakan Ibu Rumah Tangga harus tetap di rumah untuk merawat adik Yati yang masih bayi. Dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas, keluarga ini berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, Yati dan keluarganya tinggal di rumah kecil dengan hanya satu kamar. Dinding rumah dari kayu sudah lapuk dan rawan roboh. Dapur masih berlantai tanah, sementara kamar mandi terletak di luar rumah dengan kondisi tanah yang tidak rata. Kondisi ini sangat menyulitkan Yati yang harus berjalan menggunakan kaki palsu dan berisiko membahayakan keselamatannya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga Yati tidak mampu melakukan perbaikan rumah. Padahal, rumah yang aman dan layak sangat dibutuhkan agar Yati bisa beraktivitas, beradaptasi, dan tumbuh dengan lebih nyaman sebagai anak penyandang disabilitas.
Orang tua Yati hanya memiliki satu harapan sederhana: memberikan hunian yang aman dan layak untuk sang putri. Melalui campaign ini, kami mengajak Orang Baik untuk bersama-sama membantu merenovasi rumah Yati agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi Yati.
Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi langkah nyata untuk membantu Yati menjalani hidup yang lebih baik. Mari bersama wujudkan rumah layak huni untuk Adik Yati.