Di usia 16 tahun, Faisal harus tumbuh lebih cepat dari seharusnya. Sejak ayahnya meninggal dunia, ia menjadi satu-satunya penopang keluarga. Tak lama berselang, sang ibu jatuh sakit gula hingga harus menjalani amputasi. Di usia 14 tahun, Faisal terpaksa berhenti sekolah bukan karena keinginan, tapi karena keadaan yang memaksanya bertahan dengan cara apa pun.
Setiap pagi, Faisal merawat ibunya dan menyiapkan kebutuhan sekolah dua adiknya. Setelah itu, ia keluar rumah dengan perut yang sering kali belum terisi, mencari pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Siang hari ia menjadi buruh angkut, mencari rumput untuk ternak tetangga, atau membantu di pabrik sale rumahan.
Menjelang sore, ia menyusuri jalanan untuk mengais sampah yang masih bisa ditukar dengan sedikit uang. Saat malam tiba, Faisal berjalan beberapa kilometer untuk bekerja sebagai tukang parkir. Dingin, lelah, dan suara kendaraan jadi teman setianya hampir setiap hari.
Semua itu ia jalani sambil menahan lelah yang jarang ia ceritakan. Ada hari-hari ketika langkahnya terasa berat, namun tanggung jawab pada ibu dan adik-adiknya membuatnya tetap bertahan dan bangun keesokan pagi.
Melalui campaign ini, kami mengajak kamu untuk ikut meringankan beban Faisal. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan membantu perawatan ibunya yang kondisinya masih membutuhkan perhatian.
Sedikit bantuan darimu bisa jadi penopang besar bagi Faisal. Agar ia tak terus berjalan sendirian menghadapi hidup yang terlalu berat untuk anak seusianya.