Sakit rasanya melihat lansia ringkih seperti Abah Dadang harus hidup seorang diri dengan kondisi yang mengenaskan. Usia tak bisa bohong, fisiknya sudah sangat renta dan mengkhawatirkan.
Duduk terdiam berharap ada yang melarisi dagangannya, Abah Dadang tak bisa bicara dan tak bisa berjalan. Dengan penuh pengharapan, Abah Dadang hanya bisa berikhtiar demi sesuap nasi di hari itu.
Tak ada yang mengurus, Abah Dadang tinggal di gubuk kecil, gelap, dan jauh dari kata layak. Hanya tempat seadanya untuk dirinya melepas lelah. Bahkan kamar mandinya pun terlihat kumuh dan menyedihkan.
Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang
dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan
lapor kepada kami disini.