Terus Mengayuh Sepeda Walau Sesak Asma Mengintai, Abah Ace Juang Demi Keluarga

Terus Mengayuh Sepeda Walau Sesak Asma Mengintai, Abah Ace Juang Demi Keluarga

Rp. 650.000
terkumpul dari Rp. 70.000.000
16 Donatur
4 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
BERDAMPAK BERDAYA

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

04 December 2025

Setiap pagi, Abah Ace (73) mengayuh sepedanya menyusuri jalanan Cimahi hingga Baros.

Di keranjang sepedanya, ada termos kecil berisi kopi hangat yang ia jajakan dari pagi hingga malam.

 

 

Sudah lima tahun Abah menjalani rutinitas ini.

Dengan tubuh renta dan napas yang kadang tersengal karena asma, ia tetap berkeliling sambil menebar senyum kepada siapa pun yang ditemuinya.

 

 

Kini Abah tinggal sendirian di rumah kontrakan sederhana di Leuwigajah, Cimahi.

Istri tercinta sudah meninggal lima tahun lalu.

Dari tujuh anaknya, dua telah berpulang, sementara yang lain kini hidup terpisah dengan keluarga masing-masing.

 

 

Namun ada satu anak yang masih Abah tanggung anak laki-lakinya yang menderita epilepsi.

Setiap bulan, Abah harus menyiapkan uang untuk membeli obat seharga Rp150.000 agar penyakit anaknya tidak kambuh lagi.

Sering kali, ia rela menahan lapar demi memastikan obat itu tetap tersedia di rumah.

 

 

Dari hasil berjualan kopi seharga Rp4.000 per gelas, Abah kadang hanya mendapat Rp15.000 bersih per hari.

Uang itu ia sisihkan untuk membeli bahan kopi dan membayar kontrakan kecil tempat ia berteduh.

Kalau sedang sepi pembeli, Abah hanya makan sekali sehari atau menunggu anaknya mengantarkan makanan dari rumah sebelah.

 

 

Perjalanan hidup Abah pun tak selalu mudah.

Ia pernah ditabrak angkot hingga sepedanya rusak, pernah ditipu pembeli yang kabur tanpa membayar, bahkan sempat menunggak kontrakan selama tiga bulan.

Namun semua itu tak membuatnya menyerah.

 

“Yang penting anak saya sehat… kalau obatnya gak ada, saya gak tenang,”

ucap Abah pelan, dengan mata berkaca.

 

Kini di usia senjanya, Abah punya satu harapan sederhana:

punya usaha tetap berjualan bubur ayam, agar tak perlu lagi keliling jauh dan bisa tetap menjaga anaknya di rumah. Bantu dengan cara:

Klik “DONASI SEKARANG”;

Masukkan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via e-mail.

bf093ada-2ba9-45ad-9475-ae6e762e9b94.jpgBeberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

download (1).jpg*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, BantuanModal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

01 January 2026 13:54
Rp. 20.000
Amin