Raja (13 tahun) seharusnya berada di dalam kelas, belajar dan bermain bersama teman-temannya. Namun kini, ia justru berdiri di depan pagar sekolah—bukan sebagai murid, melainkan sebagai penjual cilok demi bertahan hidup.

Ayahnya pergi dan tak pernah kembali. Ibunya bekerja jauh sebagai asisten rumah tangga, sementara neneknya yang hampir buta merawat adik Raja yang masih balita. Ketika biaya hidup kian menekan dan kontrakan menunggak, Raja terpaksa berhenti sekolah dan mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga.

Setiap tusuk cilok yang terjual adalah harapan: untuk makan malam, obat nenek, dan mimpi kecil agar suatu hari ia bisa kembali duduk di bangku sekolah. Di balik senyumnya saat berjualan, Raja menahan rindu pada seragam, buku, dan pelajaran yang ia tinggalkan.

Hari ini, kita bisa menjadi alasan Raja kembali belajar. Uluran tangan Anda bukan hanya membantu pendidikan Raja, tapi juga bahwa perjuangan seorang anak kecil ini tidak sia-sia dan ia tidak sendirian.