Masih Anak TK, Ahmad Harus Bekerja Demi Kakeknya yang Buta dan Tak Berdaya

Masih Anak TK, Ahmad Harus Bekerja Demi Kakeknya yang Buta dan Tak Berdaya

Rp. 40.000
terkumpul dari Rp. 30.000.000
2 Donatur
13 hari lagi
Donasi Sekarang!

Penggalang Dana

Lentera Pijar Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
BANTU BOCAH TK PENJUAL POPCORN KELILING! DEMI RAWAT KAKEKNYA YANG BUTA

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

23 December 2025

Di sebuah kampung kecil di pinggiran kota, hiduplah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun bernama Ahmad. Usianya masih sangat muda, masih duduk di bangku TK, seharusnya hari-harinya dipenuhi warna, tawa, dan bermain bersama teman-temannya. Namun kehidupan justru memberinya ujian yang jauh lebih besar dari tubuh mungilnya.

 

 

ia di terlantarkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Ia tumbuh hanya ditemani oleh kakeknya yang sudah renta. Sang kakek bernama Abah Oleh berusia 73 Tahun telah kehilangan penglihatannya sejak 10 Tahun yang lalu dan kurangnya pendengaran, sehingga tidak mampu bekerja ataupun beraktivitas di luar rumah. Satu-satunya yang menemani dan mengurusnya adalah Ahmad, cucu kecil yang begitu tabah.

 

dulu abah oleh adalah seorang tukang pijat namun karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.

 

Mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat kumuh, lusuh, dan berantakan. Atap bocor, dinding kusam, lantai tanah yang dingin. Di rumah itu tidak ada kamar mandi, tidak ada WC, bahkan untuk air minum dan mandi, Ahmad harus berjalan cukup jauh menuju resapan air di ujung kampung. Kadang-kadang ia mengambil air dari masjid, atau diberi sedikit oleh tetangga yang iba melihat perjuangannya.

 

 

Meski kondisi hidupnya sungguh memprihatinkan, Ahmad tidak pernah mengeluh. Setiap pagi setelah sekolah, ia membawa kantong kecil berisi popcorn titipan orang. Dengan harga hanya Rp.3.000 hingga Rp.5.000 rupiah per porsi, ia menyusuri gang demi gang, bahkan berjalan hingga ke perkotaan hanya untuk mendapatkan sedikit uang. Penghasilannya pun tidak menentu terkadang ia membawa pulang Rp.15.000 ribu, kadang Rp.20.000 ribu, atau malah tidak terjual sama sekali.

 

Namun uang itu tidak sepenuhnya untuknya. Ahmad masih harus menyetor kepada orang yang menitipkan dagangan, sehingga sisa yang ia bawa pulang benar-benar sedikit sekali. Meski begitu, ia tetap berjualan setiap hari tanpa pernah mengeluh lelah. Ia hanya berpikir bagaimana caranya bisa memberi makan kakeknya dan dirinya hari itu.

 

Sering kali Ahmad menahan sakit perut karena lapar, sementara ia tetap berdiri menjajakan popcorn kepada orang-orang yang lewat. Rasa sakit itu ia pendam sendiri, karena ia tahu tidak ada yang bisa ia andalkan selain dirinya.

 

Di usia yang begitu belia, Ahmad telah menanggung beratnya kehidupan orang dewasa. Namun hatinya tetap lembut. Ia tetap tersenyum ketika menyapa pembeli, tetap sabar ketika dagangannya tidak terjual, dan tetap kuat meski malam hari ia tertidur dalam keadaan lapar.

 

Ahmad adalah anak kecil yang mulia. Anak kecil yang sabar, tabah, dan pemberani menghadapi pedihnya kehidupan.

 

Meski hidupnya begitu sulit, Ahmad memiliki mimpi yang sederhana namun amat dalam. Ia ingin sekali mempunyai rumah yang layak huni, tidak kumuh, tidak bocor, dan tidak kotor. Ia ingin mempunyai tempat tinggal yang bersih agar kakeknya bisa hidup dengan nyaman.

 

Ahmad juga bermimpi memiliki usaha kecil-kecilan miliknya sendiri, sehingga ia tidak perlu lagi berjalan jauh menjajakan dagangan orang lain. Ia ingin berjualan di depan rumah, sambil tetap bisa menjaga kakeknya setiap waktu.

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

26 December 2025 01:00
Rp. 20.000
Amin