Di sudut jalan yang jarang orang perhatikan, Abah Warjo seorang lansia berusia 80 tahun masih berjuang seorang diri.

Dengan tubuh renta, lutut yang nyeri, dan napas tersengal akibat asma yang kerap kambuh, Abah setiap hari mendorong troli tuanya untuk mengais rongsok. Bukan karena Abah kuat, tetapi karena hidup tak memberinya banyak pilihan. Setiap langkah terasa berat, namun berhenti berarti tak ada penghasilan sama sekali.

Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat, Abah justru harus bertaruh dengan kesehatannya demi bisa makan hari ini.Sejak istri tercinta meninggal dunia, Abah hidup sebatang kara. Rumah kecilnya kini sunyi, tanpa suara yang menegur saat Abah kelelahan atau tangan yang menyiapkan minum hangat di malam hari. Tak ada tempat berbagi lelah, tak ada sandaran hidup.

Kesepian menjadi teman sehari-hari Abah, namun ia tetap bertahan. Dengan kondisi yang semakin menurun, Abah tak punya siapa pun untuk dimintai tolong ketika sakit datang atau saat tubuhnya benar-benar tak sanggup bekerja.

Setiap hari Abah mengumpulkan botol bekas, kardus, dan rongsokan lain yang masih bisa dijual. Terkadang, setelah tiga hari penuh bekerja, hasil yang didapat hanya sekitar Rp15.000. Uang itu Abah simpan sehemat mungkin, cukup untuk membeli makanan sederhana. Jika hujan turun atau asma kambuh, Abah terpaksa berhenti bekerja. Artinya, hari itu Abah harus menahan lapar. Tidak ada tabungan, tidak ada jaminan hari esok yang ada hanya harapan agar tubuhnya masih kuat untuk kembali keluar ke jalanan esok hari.

Di balik tubuhnya yang rapuh, Abah masih menyimpan harapan sederhana. Abah bermimpi memiliki sedikit modal untuk membuka warung kecil di depan rumahnya menjual kopi, mie instan, gula, dan kebutuhan sederhana lainnya. Bukan mimpi besar, hanya keinginan agar Abah tak perlu lagi mendorong troli berat dan mempertaruhkan kesehatannya setiap hari.

Abah Warjo tidak meminta dikasihani. Ia hanya berharap diberi kesempatan untuk menjalani sisa hidup dengan lebih tenang, lebih layak, dan lebih manusiawi. Semoga lewat campaign ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan kecil yang sangat berarti bagi Abah. Bantu Abah Dengan Cara :